Selamat Datang Di DatangLagi.com - Terima Kasih atas waktu dan kunjungan anda. | Apabila Website Kami Tidak Bisa Di Buka Dari Browser Anda Mohon Menggunakan Browser Lain Seperti Chrome, Operamini, Uc Browser Atau Lain-Lainnya | Tentu akan mendapat respon dan menguntungkan bagi Website yang berkomentar. Jangan lupa tinggalkan komentar dan pesannya ya..

Cadangan Tambang Grasberg Hanya Tersisa hingga 2054

DATANGLAGI.CO.ID/thumbs2/2015/10/17/342893_pt-freeport-indonesia_641_452.jpg”>

Freeport telah mengeruk tambang Grasberg sebanyak 1,7 miliar ton.

Wilayah pertambangan terbuka Freeport di Timika, Papua.  (ANTARA/Muhammad Adimaja)

DATANGLAGI.CO.ID – PT Freeport Indonesia menyatakan cadangan tambang yang ada di tambang Grasberg, Papua hanya tersisa hingga tahun 2054. Hal itu dengan hitung-hitungan kapasitas produksi operasi sebesar 240 ribu ton ore atau mineral mentah per hari.

SVP Geo Engineering PT Freeport Indonesia, Wahyu Sunyoto mengungkapkan, sejak Freeport berproduksi di tambang Grasberg, Papua, cadangan yang telah dikeruk pihaknya telah mencapai 1,7 miliar ton hingga saat ini. Sementara, dalam program kerja Freeport ke depan di Indonesia hingga 2041, masih ada sekira 2,1 miliar ton.

“Sampai dengan hari ini, cadangan Freeport di Papua yang sudah ditambang sudah 1,7 miliar ton, yang masih tersisa sampai dengan 2041 adalah sekitar 2,1 miliar ton. Ini adalah future kami, ini adalah milestone penemuan kami dari tahun ke tahun kegiatan eksplorasi,” kata Wahyu, di Hotel Bidakara Jakarta, Senin 20 Maret 2017. 

Ia mengatakan, untuk pengolahan dari ore (mineral mentah) menjadi konsentrat yang diberi izin sebesar 300 ribu ton ore per hari akan dikuranginya menjadi 240 ribu ton ore per hari karena kapasitas optimum pada fasilitas pengolahan.

“PT Freeport pernah mencapai 300 ribu ton ore per hari. Namun, kapasitas optimum sekarang hanya sekitar 240 ribu, Dengan memakai angka 240 ribu, cadangan yang ada sekarang itu, masih tersisa sampai dengan 2054,” ujar dia.

Seperti diketahui status PT Freeport Indonesia masih Kontrak Karya (KK) yang akan berlaku hingga tahun 2021. Freeport kini terus berupaya untuk melakukan perpanjangan kontrak dengan berusaha membangun smelter.

Kini, Freeport pun tidak bisa mengekspor konsentrat lantaran belum mengubah statusnya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dari Kontrak Karya (KK) sebagaimana disyaratkan oleh pemerintah.

“Tugas kami sebagai geolog adalah untuk mengisi kapasitas mill (pengolahan) itu yang secara hitungan sumber daya nya masih ada sekitar 2,1 miliar, itulah yang akan kami tinggalkan sekiranya 2041 atau pun siapapun yang mengoperasikan Kontrak Karya PT Freeport di kemudian hari,” tuturnya.