Menginap di Hotel Terapung Cuma Rp5000 Per Malam, Tertarik?

d

d
Datanglagi – Saat menyebut hotel terapung, mungkin yang terbayang pertama kali adalah penginapan modern bergaya futuristik. Tapi berbeda dengan yang ditawarkan Faridpur Hotel Bangladesh. Selain jauh dari kesan mewah, selembar kasur pun tak nampak di tempat ini.

Penginapan ini adalah sebuah kamar bertarif murah yang dapat dinikmati bersama belasan wisatawan lainnya. Tak ada privasi, melainkan cukup tidur berbaring di samping orang-orang yang tidak dikenal.

d2
Tapi anehnya, meskipun minim fasilitas, hotel ini masih laris diburu para wisatawan. Sebenarnya, hotel-hotel terapung murah pertama kali muncul pada tahun 50-an untuk menampung pedagang Hindu yang datang ke Dhaka.

Mereka berbisnis di atas Sungai Burigangga. Tapi seiring berjalannya waktu, jumlah mereka terus meningkat secara bertahap. Setelah Bangladesh mengumumkan kemerdekaan pun, jumlah mereka hanya mengalami penurunan sebesar lima persen.

d3

The Faridpur merupakan sebuah hotel yang terletak di tepian Sungai Burigangga, Dhaka dan terdiri dari lima kapal apung yang terpisah. Tanpa perabotan yang indah, kamu dapat menginap di hotel yang harganya jauh lebih murah dibanding sebatang cokelat.

Tamu diberi kesempatan untuk mengakses air dan toilet secara gratis selama menginap. Mereka juga mendapat fasilitas loker kecil untuk menyimpan benda-benda berharga. Tak ada tv atau hiasan apapun di sini, tapi disediakan sebuah ruang tamu dan ruang makan untuk bersantai.

d4

Pemilik hotel, Muhammad Mustafa Miyan mengatakan jika penginapan miliknya memiliki 48 kamar. Terdiri dari kabin pribadi dan tempat tidur. Bahkan, pernah suatu kali mereka menampung sebanyak 40 tamu yang menginap hingga tiga bulan lamanya.

Kamar paling murah ditawarkan hanya sebesar 30 taka atau sekitar Rp5.000 saja, sedangkan yang termahal dikenai tarif sekitar Rp200.000 bagi yang ingin mendapatkan kamar pribadi.

Related posts