Selamat Datang Di DatangLagi.com - Terima Kasih atas waktu dan kunjungan anda. | Apabila Website Kami Tidak Bisa Di Buka Dari Browser Anda Mohon Menggunakan Browser Lain Seperti Chrome, Operamini, Uc Browser Atau Lain-Lainnya | Tentu akan mendapat respon dan menguntungkan bagi Website yang berkomentar. Jangan lupa tinggalkan komentar dan pesannya ya..

Pro kontra autopsi ulang jasad Mirna

pro-kontra-autopsi-ulang-jasad-mirna

Pro kontra autopsi ulang jasad Mirna

Datanglagi.com – Ketua tim penasihat hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan mengaku tak keberatan bila jasad Wayan Mirna Salihin menjalani autopsi ulang. Pasalnya, saksi ahli patologi Dr. Djadja Surya Atmadja menyebutkan jasad Mirna harus diautpsi ulang untuk memastikan penyebab kematiannya berasal dari racun sianida. Sebab saksi yang dihadirkan kubu Jessica itu ragu akan autposi yang dilakukan kala itu hanya berhenti pada lambung Mirna tanpa memeriksa organ dalam lainnya.

“Kita oke saja (autopsi ulang). Tidak ada dampak bagi kita,” kata Otto saat dihubungi wartawan di Jakarta, rabu (14/9).

Bila memang harus melakukan autopsi ulang, kata Otto, kewenangan tersebut ada di tangan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. “Tergantung pengadilan. Kita hanya mewakili terdakwa saja,” ucap Otto.

Sementara itu suami Mirna, Arif Setiawan Soemarko mengatakan sebaliknya. Arif justru sepakat dengan pernyataan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya JPU yang menyatakan tak perlu melakukan autopsi ulang pada jasad mendiang istri Arif.

“Saya sepakat dengan JPU bahwa autopsi ulang tidak perlu dilakukan,” kata Arif.

Arif menilai untuk saat ini ada baiknya semua dikembalikan kepada proses persidangan yang sedang berlangsung. Dia berkeyakinan terhadap fakta-fakta persidangan yang membuktikan ada racun sianida dalam tubuh istrinya. Terlebih bukti itu diperkuat dengan rekaman CCTV Kafe Olivier 6 Januari 2016.

Menurutnya, kesaksian ahli forensik RSCM yang dihadirkan kubu Jessica pada sidang ke-19 itu tidak memberikan data lengkap, sehingga berpendapat jasad Mirna harus diautopsi ulang. Faktanya menunjukkan setelah pemeriksaan menyeluruh ada sianida di kopi dan tubuh Mirna.

“Faktanya menunjukkan bahwa setelah pemeriksaan menyeluruh ada sianida di kopi dan tubuh Mirna. Berarti penyebab kematian sudah pasti sianida di dalam kopi. Maka dari itu saya menyimpulkan bahwa autopsi ulang tidak perlu lagi karena kematian Mirna karena Sianida yang ada di kopi,” terang Arif.

Tak hanya itu, dia juga berkeyakian saksi-saksi ahli yang didatangkan oleh JPU di sidang sebelumnya telah menjabarkan penelitiannya dan rangkaian peristiwa secara komprehensif terkait kematian Mirna. Arif justru menuding saksi yang dihadirkan kubu Jessica berupaya untuk mengaburkan fakta persidangan.

“Karena yang terjadi sekarang ini kita merasakan pihak penasihat hukum berusaha mengaburkan fakta-fakta persidangan,” kata Arif mengakhiri.

Hari ini sidang lanjutan akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Agenda sidang mendengarkan keterangan saksi ahli yang dihadirkan kubu terdakwa.