Selamat Datang Di DatangLagi.com - Terima Kasih atas waktu dan kunjungan anda. | Apabila Website Kami Tidak Bisa Di Buka Dari Browser Anda Mohon Menggunakan Browser Lain Seperti Chrome, Operamini, Uc Browser Atau Lain-Lainnya | Tentu akan mendapat respon dan menguntungkan bagi Website yang berkomentar. Jangan lupa tinggalkan komentar dan pesannya ya..

Universitas Trilogi perkuat mahasiswanya terapkan nilai Pancasila

c
Datanglagi –┬áSebagai pencetak generasi yang akan memimpin bangsa, kampus harus menjadi garda terdepan dalam menguatkan jati diri mahasiswanya. Jika tidak, bangsa ini akan sulit untuk maju akibat ulah generasi bangsanya sendiri. Oleh karena itu, penerapan Pancasila harus dimulai sejak dini, di mulai dari kampus.

Hal ini tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin bersamaan saat acara diskusi kebangsaan yang salah satu pembahasannya adalah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.

“Sudah seharusnya kampus memupuk nilai-nilai luhur Pancasila kepada mahasiswanya, agar kemudian nilai positif ini menjadi karakter dasar mereka baik saat sebagai mahasiswa maupun ketika paska kampus, dimanapun mereka berada, mereka amalkan,” tutur Guru Besar Statistika ini.

Acara yang berlangsung di ruang auditorium Universitas Trilogi ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Wakil Ketua Badang Pengkajian MPR RI, Rambe Kamarul Zaman dan tokoh KAHMI, Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin. Adapun pesertanya selain diisi
oleh mahasiswa dan dosen Universitas Trilogi, juga dihadiri oleh mahasiswa dari beberapa kampus Jakarta lainnya.

“Kita harus menjadikan Pancasila sebagai dasar untuk berbangsa dan bernegara, dan tentu harus membudayakannya dalam aktivitas sehari-hari agar tidak tergantikan dengan nilai-nilai luar yang tidak sesuai dengan bangsa kita,” ajak Rambe Kamarul Zaman yang juga merupakan Ketua Frasksi di MPR itu.

Sementar itu, Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin mengajak para mahasiswa untuk terus berpikir terbuka dan membangun jaringan yang luas. “Dengan demikian, kita akan menjadi generasi yang akan lebih bisa saling menghormati dan saling bisa menjaga
keutuhan bangsa,” tutur mantan Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) itu.

Acara yang berlangsung pada hari Selasa (13/12) itu berlangsung dengan dialogis. Banyak peserta memberikan masukan dan pertanyaan terkait peran konkret pemeritah dalam mengimplementasikan dan menjaga keutuhan NKRI ini. Menurut mereka, walau
bagaimanapun pemerintah sebagai pengambil kebijakan mempunyai andil yang besar untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.